Taktik Dan Formasi Sepakbola

Jadilah bebas seperti Messi, bersenang-senang, dan melakukan hal yang ingin dilakukan di atas lapangan, seperti mencetak gol atau membantu lawan mencetak gol. Sebelum HBL menerima bola sodoran dari kiper, semua gelandang tengah harus melakukan shoulder-check (cek bahu) untuk memonitor di mana posisi penyerang di belakangnya. Selain contoh sederhana di atas, pelatih juga perlu melatih pemain agar memahami prinsip-prinsip bermain.

Prinsip-prinsip yang dimaksudkan di sini merupakan panduan bagi pemain untuk beraksi; merupakan titik tolak pemain dalam melakukan komunikasi taktik. Dilihat dari jumlah strikernya, kita sudah bisa menilai bahwa ini adalah formasi bertahan. Namun, karena hanya punya satu striker, tim tersebut harus memaksimalkan permainan dari lini tengah. Tim yang berhasil menerapkan skema ini dengan baik adalah Chelsea di era Jose Mourinho.

Dengan tugas mayoritas pemain yang tidak terlalu rumit, ditambahkan dengan keuntungan satu pemain ekstra di belakang karena kita memang memakai tiga bek, fase bertahan ketika memakai sangat bisa diandalkan. Jika fitur paling kuat dari serangan lawan terletak di pivotnya (seringkali gelandang bertahan) baik itu single ataupun double pivot, kita bisa mengunci dua gelandang serang kita agar terus dekat dengan mereka.

Ini juga merupakan salah satu formasi yang sangat dinamis dan efektif, yang membuat sebuah tim mampu bermain possession, counter-attack, atau permainan variatif dari sisi sayap. Klub yang berhasil menggunakan skema ini dengan baik adalah Barcelona di era Pep Guardiola. “Bola-bola set piece Vietnam memang bagus dan berbahaya untuk lawan-lawannya, ” tutur pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri.

Bahkan, pelatih asal Sumatera Barat tersebut juga bisa saja membuka opsi untuk menyerang dari tengah dan melakukan tendangan jarak jauh. Pemain-pemain seperti Evan Dimas dan Zulfiandi memiliki kualitas operan dan sepakan yang bagus untuk menunaikan tugas tersebut. Begitu banyaknya keunggulan dari formasi lain bukan merupakan trik sihir ataupun tipuan mata. Apa yang sebenarnya terjadi adalah formasi ini memanfaatkan dengan sangat maksimal area halfspace guna menyeimbangkan posisi masing-masing pemain secara ideal, baik itu di depan ataupun di belakang.

Tentu saja jika semakin sedikit pemain lawan yang ada di depan, akan berkurang juga ancaman serangan balik. Oleh karena itu cara ini cukup digemari oleh tim yang mempunyai kualitas pemain depan dan tengah yang cukup baik. Pendekatan lain yang juga menjadi yang paling optimis adalah dengan menaikkan dua fullback sekaligus untuk mendapatkan dimensi serangan yang paling baik. Sedangkan untuk keseimbangan, gelandang bertahan yang akan mendapatkan tugas tambahan untuk menutup masing-masing celah yang ditinggalkan fullback. Pendekatan super offensive ini yang umumnya dipakai tim level atas dan juga merupakan salah satu pendekatan yang paling membuahkan hasil.

Serangan pun akan alangkah baiknya kalau berkombinasi dan penyerang pun harus pintar dan kreatif agar mampu memperoleh sisi lemah dari tim lawan dan memasukinya dengan mudah. Jika sudah keluar dari areanya, pemain lain perlu untuk maju berhadapan dengan pemain dari tim lawan tersebut. Tujuan utama tentu tak hanya menghalau si pemain lawan, tapi juga agar dapat memperkecil kemungkinan pemain lawan memperoleh operan dari temannya yang kemudian bisa menjadi kesempatan baginya mencetak gol. “Pep bilang saya harus bermain dengan penuh kebebasan seperti halnya (Lionel) Messi.

Jika ternyata area flank yang menjadi kekuatan utama lawan, kita juga bisa menggeser gelandang serang kita untuk memperkuat area tersebut guna membantu wingback. Memakai hanya satu striker dalam skema tiga bek sendiri bukan merupakan sesuatu yang baru. Varian lain seperti 5-4-1, 3-4-3, atau juga sebenarnya memakai satu striker saja. Tim yang memakai pendekatan ini memanfaatkan intimidasi kepada lawan dengan dari awal berinisiatif mendorong lebih banyak pemain untuk naik, sembari berharap lebih banyak juga pemain lawan yang akan merespon dengan turun.

Mungkin juga formasi ini merupakan formasi pertama yang dari bentuk awalnya saja sudah memiliki empat pemain yang berada di halfspace. Keunggulan lain di fase ini yang tidak bisa diabaikan adalah sangat mudah untuk membentuk dominasi dengan memakai empat pemain di tengah. Kita bisa memadukan dua gelandang serang dengan dua gelandang bertahan untuk melakukan overload di area sentral sekaligus. Opsi ini akan sangat berguna jika lini tengah lawan cukup bagus.

Jika dihitung dari jumlah pemain yang berada relatif di area depan, menawarkan tiga pemain untuk bisa menginisiasi serangan balik. Tapi karena umumnya dalam akan terdapat satu gelandang serang, atau jika dalam ilustrasi angka menjadi, jumlah pemain depan dalam fase ini boleh jadi berimbang. Di fase setelahnya untuk bisa keluar dari tekanan lawan, formasi juga relatif jauh lebih apik dalam melakukannya daripada 3-5-2. Sama seperti dengan fase sebelumnya, penempatan posisi dua gelandang serang akan kembali berperan krusial dalam fase transisi positif ini. Bisa kita lihat dalam fase bertahan, fleksibilitas posisi dua pemain ini cukup membantu untuk menyederhanakan tugas tujuh pemain di belakangnya, karena hanya dua pemain ini saja yang mungkin mendapatkan tambahan peran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *